Thursday, March 15, 2012

Anak Sulung yang Hilang

Kita sudah terbiasa mendengar kisah anak yang hilang. Tatkala membaca Injil Lukas 15:11-32 mengenai anak yang hilang, yang mencolek kali ini justru kisah si anak sulung. Ayat 29 memperdengarkan kisah si anak sulung "Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersuka cita dengan sahabat-sahabatku..."

Masa Prapaskah ini memang mengajak kita untuk bertobat, seperti anak bungsu yang hilang dan kembali pada Bapanya. Tetapi mungkin tidak terpikirkan dalam benak kita, betapa kita juga seringkali menjadi seperti si anak sulung. Seringkali kita berbuat baik untuk mendapatkan pahala dari Bapa di surga. Bagi saya sendiri keinginan untuk menyenangkanNya rupanya masih banyak berkaitan dengan hadiah pahala di surga ini. Itu yang terbersit ketika aku tiba-tiba menyadari posisi seperti anak sulung yang menuntut Bapa karena tidak memberikan hadiah bagiku yang setia menemaniNya. Padahal seberapa setiakah aku? Seberapa kenalkah aku pada kerahiman HatiNya? SukacitaNya karena anak yang hilang sudah kembali malahan meletupkan cemburu di hati karena orang lain terberkati untuk kembali kepadaNya.

Mengapa aku masih merindukan hadiah? Masih menginginkan diberi dan dilayani, padahal Bapa sudah mengatakan "Anakku, engkau selalu bersama-sama Aku, segala kepunyaanKu adalah kepunyaanmu." Betapa beruntungnya aku karena segala milikNya adalah milikku. Mengapa pula aku menjadi bagaikan hamba sahaya yang menuntut karena tidak mendapatkan hak?

Bapa yang mararahim.
ampunilah anakMu
yang masih menuntut padahal tidak pernah meminta
yang merusak kegembiraan surgawi dengan cemburu dan iri hati
yang menilai orang lain tanpa mampu merefleksikan kekurangan diri.
Tuhan, kasihanilah kami.
Amin.

No comments:

Post a Comment