Model meditasi baru kami membuat saya secara fisik lebih segar. Mungkin karena meninggalkan semua masalah sejenak memang membuat saya lebih nyaman. Tetapi di satu pihak saya merasa kehilangan "suaraNya". HadirNya dalam meditasi seringkali tidak sama dengan "suaraNya" yang kuperoleh lewat kontemplasi Kitab Suci dahulu. Yang paling merasakan akibatnya mungkin adalah blog ini. Selain karena masalah komputer dan perangkat pendukungnya yang tidak menunjang kehidupan daringku, maka rasa nyaman yang tidak disertai loncatan inspirasi membuat blog ini cukup terbengkalai.
Minggu lalu kami mencoba kontemplasi sendiri. Bacaan hari itu yang kami baca adalah 2 Yoh 4-9. Bacaan ini sangat menyentuh karena ditujukan kepada seorang ibu. Sungguh terasa bahwa surat itu ditujukan kepada kami sendiri, kaum ibu. Yang paling berkesan adalah perkataan dari ayat 6: "...Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih,..."
Saling mengasihi terkadang sangat mudah untuk diucap, tetapi terasa sukar ketika harus dilaksanakan. Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Perintah ini akan bertambah sukar bila kita sendiri tidak tahu bagaimana caranya mengasihi diri kita sendiri. Tetapi sesungguhnya kasih akan Allah menutupi semua ketidak-tahuan itu. Bila kita membiarkan iman kita membawa kita untuk meletakkan semua kekurangan kita ke dalam kelimpahan kasihNya, maka niscaya kasihNya akan mengisi kekurangan yang kita miliki. Setelah beberapa saat yang lalu saya diingatkan kembali akan pentingnya memiliki sikap sabar, lemah lembut, dan rendah hati, maka minggu ini saya diingatkan untuk mencariNya agar Ia membentuk kekurangan kita.
Satu cara untuk menemuiNya adalah dalam doa. Kami mencoba meditasi doa agar dapat menghadirkanNya dalam keheningan jiwa kami, dan memampukan kami mendengar suaraNya. Maranatha...
Bapa yang maha baik,
PutraMu datang menderita bagi segala dosa kami,
dan tak henti kami terjatuh ke dalam cobaan,
Tetapi Roh KudusMu ikut menyertai kami,
agar kami dikuatkan dan dijaga,
agar tak hilang kami dalam kelam dosa.
Bapa,
Ampuni kami orang berdosa,
Hadirlah membentuk diri kami,
agar kami layak menghadap hadiratMu,
Amin.
Blog ini semula adalah blog meditasi pribadi, sejak Paskah 2008 saya buka untuk teman-teman yang ingin berpartisipasi. Sementara ini sesuai dengan namanya "Perjalanan menelusuri kata-kataNya" lebih mengarah ke pendalaman iman lewat meditasi kitab suci, tapi dengan masuknya kontributor lain terbuka kemungkinan bentuk posting yang berbeda.
Tuesday, November 16, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- Retty N. Hakim
- A mother of three boys, who is trying to grab the essence of life through blogging. Citizen journalism firing me to write. The internet has broken the limitation of my house walls and my hectic time schedule. It has opened my eyes to all those wonderful persons with all their own opinions. Sharing ideas and comments are the wonderful aspect of the internet that attract me. I hope that we are going to build a better world with better communication...
0 comments:
Post a Comment